Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pertengahan pekan di zona hijau. Pada Rabu (15/7/2026) pagi, indeks acuan domestik tersebut langsung dibuka menguat ke posisi 6.068, didorong oleh angin segar dari pergerakan pasar saham global dan regional.
Data transaksi pasar menunjukkan bahwa pada pukul 09.05 WIB, IHSG bergerak menguat tipis sebesar 6,61 poin atau sekitar 0,11 persen menuju level 6.046. Aktivitas perdagangan di awal sesi mencatat volume transaksi mencapai 1,75 miliar lembar saham dengan total nilai perputaran uang mencapai Rp949,85 miliar dari 180.930 kali frekuensi transaksi.
Pergerakan saham pada menit-menit pertama perdagangan didominasi oleh tren positif, dengan 269 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga. Di sisi lain, sebanyak 203 saham terpantau melemah, sementara 493 saham lainnya cenderung stagnan alias tidak mengalami perubahan harga dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.
Tim Analis Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan laju IHSG hari ini berpotensi mempertahankan tren penguatan. Optimisme pelaku pasar domestik ini disokong oleh performa solid bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) yang ditutup menguat setelah rilis data inflasi AS periode Juni dilaporkan lebih rendah dari proyeksi konsensus pasar.
Selain Wall Street yang bergairah, sentimen positif juga datang dari pelemahan indeks dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,589 persen. Kondisi ini memberikan ruang bagi penguatan aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent naik ke level 85 dolar AS per barel, sementara emas dunia menguat hingga ke posisi 4.053 dolar AS per troy ounce.