Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta–Magelang (Yoma) mengambil langkah strategis dalam meningkatkan standar mutu pendidikan vokasi pertanian. Institusi yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ini tengah menjalani proses reakreditasi untuk Program Studi Teknologi Pakan Ternak sebagai wujud komitmen mencetak tenaga kerja pertanian yang andal dan berdaya saing tinggi.
Proses tersebut memasuki tahapan krusial dengan dilaksanakannya asesmen lapang oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Kampus Tegalrejo, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) yang sebelumnya telah diunggah melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) BAN-PT.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi sebagai fondasi utama dalam mempersiapkan generasi penerus di sektor pertanian Indonesia. "Anak-anak harus disiapkan sejak dini. Tegas, disiplin, dan berani bermimpi besar. Kalau terus dibina, Insya Allah kelak mereka akan menjadi pemimpin bangsa," tegas Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyoroti urgensi regenerasi petani yang harus dijawab melalui sistem pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan lapangan. Menurutnya, Polbangtan dan Program Edukasi Pertanian Indonesia (PEPI) dirancang agar lulusan tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan tampil sebagai pelaku utama sektor pertanian, agripreneur muda, sekaligus agen perubahan yang menghadirkan inovasi dan teknologi dalam praktik pertanian.
Apresiasi positif juga disampaikan oleh salah satu asesor BAN-PT, Irma Isnafia Arief, yang menilai tinggi pendekatan pembelajaran berbasis praktik di Polbangtan Yoma. Ia menyoroti bahwa mahasiswa sudah dibekali pengalaman kerja lapangan sejak semester awal melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), yang ditunjang oleh ketersediaan fasilitas teaching factory serta laboratorium pengujian kualitas pakan.
"Polbangtan Yoma telah menyediakan teaching factory yang dimanfaatkan mahasiswa untuk praktikum dan uji kualitas pakan. Sejak semester pertama mahasiswa sudah mengikuti PKL yang dipadukan dengan praktik. Saya melihat hasilnya sangat baik dan mahasiswa memiliki kompetensi yang mumpuni," ungkap Irma.
Lebih lanjut, Irma turut menggarisbawahi karakter disiplin yang melekat pada lulusan Polbangtan Yoma sebagai nilai tambah yang telah diakui kalangan dunia usaha dan industri. Karakter ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor utama yang membuat perusahaan tertarik merekrut alumni dari institusi tersebut.
Melalui rangkaian proses reakreditasi ini, Polbangtan Yoma menargetkan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan, penguatan budaya akademik, serta pencapaian standar kompetensi lulusan Prodi Teknologi Pakan Ternak yang profesional, inovatif, dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan sektor peternakan nasional.