PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam sektor energi nasional dengan memulai penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatera. Inisiatif ini menjadi implementasi perdana teknologi CEOR di area lepas pantai (offshore) Indonesia, yang dirancang khusus untuk memacu produktivitas lapangan minyak yang sudah memasuki fase matang.
Teknologi CEOR bekerja dengan metode injeksi larutan polimer ke dalam reservoir. Proses ini bertujuan meningkatkan efisiensi penyapuan (sweep efficiency), yakni kemampuan mendorong minyak yang selama ini terjebak di dalam batuan reservoir menuju sumur produksi. Langkah strategis ini diharapkan mampu memaksimalkan recovery factor dari aset yang sebelumnya dianggap sulit untuk diproduksi secara optimal.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa lapangan minyak yang telah berusia tua bukanlah aset yang tidak produktif, melainkan memerlukan pendekatan inovatif. Menurutnya, penerapan CEOR membuktikan bahwa aset-aset lama masih memiliki potensi besar untuk menopang ketahanan energi nasional melalui perpanjangan usia produktif reservoir.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut positif inovasi ini sebagai langkah krusial dalam menjaga stabilitas lifting minyak nasional. Sebelum diresmikan, proyek ini telah melalui serangkaian kajian komprehensif, mulai dari studi bawah permukaan, pengujian laboratorium, hingga mitigasi risiko yang melibatkan para pakar teknis dan keselamatan kerja.
PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek ini dapat direalisasikan hingga tahun 2030. Keberhasilan di Lapangan Rama nantinya akan dijadikan sebagai tolok ukur (benchmark) bagi pengembangan teknologi serupa di lapangan lepas pantai lainnya, sekaligus menjadi bukti komitmen Pertamina dalam mengoptimalkan kekayaan energi dalam negeri dengan pendekatan berbasis teknologi mutakhir.