Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) resmi memulai babak baru dengan mengukuhkan jajaran pengurus untuk masa bakti 2026-2031. Prosesi pelantikan kepengurusan yang kini dinakhodai oleh Djarot Sulistio Wisnubroto ini berlangsung khidmat di Aula PT Intergy, TBIC-BRIN, Setu, pada Sabtu (15/8).

Di bawah kepemimpinan yang baru, HIMNI mengusung misi besar untuk mengikis stigma negatif dan memperluas adopsi ilmu pengetahuan serta teknologi nuklir demi kemaslahatan masyarakat Indonesia. Organisasi ini berkomitmen menjadi jembatan edukasi antara kebijakan pemerintah dan pemahaman publik mengenai aspek keselamatan serta manfaat nuklir.

Guna merealisasikan target tersebut, HIMNI berencana memperkuat basis keanggotaan dan melebarkan sayap organisasi ke tingkat daerah. Selain memaksimalkan cabang yang sudah ada di Banten, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Barat, dan Yogyakarta, kepengurusan baru ini tengah bersiap mengekspansi jaringan ke wilayah lain, termasuk Bangka, serta aktif merangkul generasi muda.

Djarot Sulistio Wisnubroto menegaskan bahwa HIMNI membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap isu nuklir, tanpa membatasi latar belakang akademis calon anggota. Kebijakan inklusif ini diharapkan mampu mengubah persepsi publik bahwa teknologi nuklir hanya konsumsi para akademisi atau peneliti tingkat lanjut.

Pemanfaatan iptek nuklir saat ini sejatinya sangat luas dan berorientasi damai, mulai dari sektor kesehatan, pangan, pertanian, pelestarian lingkungan hidup, industri, hingga ketahanan energi nasional. Di sektor industri dan lingkungan, teknologi ini bahkan dimanfaatkan untuk mengukur tingkat polusi udara hingga mendeteksi retakan material tanpa merusak struktur fisiknya.

Melalui kepengurusan yang baru ini, HIMNI optimistis dapat menyatukan berbagai talenta dan praktisi nuklir tanah air yang selama ini belum terhimpun secara optimal. Kolaborasi erat dengan pemangku kepentingan strategis diharapkan mampu mempercepat realisasi pemanfaatan nuklir yang aman dan berdaya guna di Indonesia.