BPJS Kesehatan secara resmi memperluas cakupan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga ke pelosok negeri melalui inisiatif bertajuk Layanan Ujung Negeri (LANURI). Program yang menjadi bagian dari target 100 hari kerja jajaran direksi ini dirancang khusus untuk mengatasi hambatan geografis serta minimnya infrastruktur teknologi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa pihaknya kini mengandalkan dua metode utama, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola melalui armada BPJS Keliling. Hingga saat ini, sistem VIOLA telah melayani lebih dari 218.000 transaksi berbasis konferensi video, dengan fokus utama melayani peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) di berbagai Puskesmas.
Bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses internet, layanan BPJS Keliling hadir sebagai solusi langsung untuk kebutuhan pendaftaran, administrasi, hingga penyelesaian aduan masyarakat. Inisiatif ini telah diimplementasikan secara serentak di 558 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan dukungan penuh dari 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan.
Kesuksesan program ini juga ditopang oleh sinergi lintas sektoral. Kementerian Koperasi turut memfasilitasi konektivitas internet melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih, sementara Pusat Kesehatan TNI mengerahkan fasilitas kapal rumah sakit serta 76.000 personel Babinsa guna menjangkau pulau-pulau terpencil yang sulit diakses oleh jalur darat.
Selain program LANURI yang mencapai progres signifikan, BPJS Kesehatan juga fokus pada optimalisasi sistem 'intelligence claim' untuk menekan inefisiensi dan praktik kecurangan. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan akses kesehatan, sehingga seluruh penduduk Indonesia dapat menikmati manfaat JKN secara inklusif tanpa terkecuali.