Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) secara resmi membuka layanan kesehatan Klinik Pratama Rawat Inap pada Rabu (1/7/2026). Fasilitas kesehatan tingkat pertama ini hadir sebagai upaya kampus untuk memberikan akses pengobatan yang terjangkau dan berkualitas, baik bagi kalangan internal kampus maupun warga yang tinggal di sekitar lingkungan universitas.
Klinik ini dilengkapi dengan berbagai layanan medis esensial, mencakup praktik dokter umum, layanan kesehatan gigi dan mulut, serta pelayanan khusus kesehatan ibu dan anak (KIA). Selain itu, tersedia Unit Gawat Darurat (UGD) yang beroperasi untuk menangani situasi medis darurat dengan standar pelayanan yang profesional. Pihak universitas memastikan layanan ini didukung oleh infrastruktur yang lengkap, mulai dari ruang rawat inap, instalasi farmasi, hingga ruang laktasi yang ramah bagi ibu menyusui.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof. Mundakir, menegaskan bahwa pendirian klinik ini merupakan manifestasi nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, klinik ini bukan hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran praktik bagi mahasiswa di bidang kesehatan yang bernaung di bawah kampus tersebut.
“Kehadiran klinik ini merupakan wujud kontribusi nyata kami dalam mendukung sistem kesehatan nasional. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan dampak luas bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi ruang riset dan pengabdian yang berkelanjutan bagi civitas akademika,” ujar Prof. Mundakir dalam sambutannya.
Sebagai bentuk perayaan atas peluncuran klinik tersebut, pihak UMSURA juga menyelenggarakan bakti sosial yang menyasar 150 warga sekitar. Masyarakat diberikan akses pemeriksaan kesehatan umum dan laboratorium secara gratis, ditambah dengan layanan spesifik bagi 50 orang untuk pemeriksaan gigi dan 50 ibu hamil. Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Muhammadiyah serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya sebagai bentuk sinergi lintas sektoral.