Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta resmi memperluas jangkauan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) dengan menyasar anak laki-laki mulai Agustus 2026. Langkah strategis ini diintegrasikan ke dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) guna menekan potensi penyebaran virus pemicu kanker secara lebih menyeluruh sejak usia dini.

Pelaksanaan imunisasi HPV bagi siswa laki-laki ini salah satunya berlangsung di SD Intis School Yogyakarta, Kotagede. Program proteksi kesehatan yang sebelumnya telah berjalan untuk anak perempuan sejak tahun 2022 tersebut, kini menyasar murid laki-laki kelas 5 SD atau yang telah menginjak usia 11 tahun dengan dosis tunggal secara cuma-cuma.

Kepala Puskesmas Kotagede II, dr. Atika Anggiasih, menjelaskan bahwa virus HPV tidak hanya memicu kanker serviks pada perempuan, melainkan juga berbagai penyakit serius pada pria seperti kanker anus, kanker orofaring, dan kutil kelamin. Melalui imunisasi ini, anak laki-laki diharapkan tidak menjadi pembawa virus (carrier) yang dapat menularkannya di kemudian hari.

Masyarakat pun diimbau tidak perlu cemas mengenai keamanan vaksin ini. Menurut dr. Atika, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang kerap ditemui hanya berupa reaksi ringan seperti demam dan bengkak lokal di area suntikan yang umum terjadi sebagai bentuk respons imun tubuh, dan dapat ditangani dengan mudah menggunakan kompres atau obat penurun panas.

Kepala SD Intis School, Mohammad Muadin, menyambut positif perluasan program imunisasi ini dan mengapresiasi langkah preventif pemerintah dalam melindungi kesehatan generasi muda. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa sosialisasi telah dilakukan dan mendapatkan respons kooperatif serta persetujuan penuh dari para orang tua murid.