BPJS Kesehatan secara resmi memperluas jangkauan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke pelosok negeri melalui inisiatif Layanan Ujung Negeri (LANURI). Program ini dirancang sebagai solusi strategis untuk mengatasi hambatan geografis dan infrastruktur di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) dengan mengombinasikan metode digital serta pelayanan jemput bola.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa LANURI mengintegrasikan dua kanal utama, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan BPJS Keliling. Peluncuran ini merupakan bagian dari capaian 100 hari kerja jajaran direksi yang kini telah menyentuh 558 titik di seluruh penjuru Indonesia, melibatkan 126 kantor cabang sebagai pusat koordinasi.

VIOLA hadir sebagai kanal tanpa tatap muka berbasis konferensi video yang memungkinkan masyarakat berkomunikasi langsung dengan petugas BPJS untuk kebutuhan administrasi maupun pengaduan. Sementara bagi wilayah dengan keterbatasan sinyal atau literasi digital, layanan BPJS Keliling dikerahkan sebagai garda terdepan untuk memastikan seluruh segmen masyarakat, terutama penerima bantuan iuran, tetap terlayani dengan optimal.

Hingga pertengahan 2026, efektivitas program ini tercatat signifikan dengan lebih dari 218 ribu layanan telah diakses masyarakat. Keberhasilan inisiatif ini turut didukung oleh kolaborasi lintas sektoral, termasuk dukungan jaringan Koperasi Desa Merah Putih serta sinergi bersama jajaran TNI yang memanfaatkan fasilitas kesehatan dan personel di lapangan untuk memperkuat aksesibilitas medis di daerah terpencil.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, program LANURI telah beroperasi di sejumlah titik strategis, mulai dari markas TNI Angkatan Darat hingga pangkalan TNI Angkatan Laut. Langkah ini diharapkan menjadi model keberlanjutan dalam upaya pemerintah menciptakan keadilan sosial dalam pemenuhan hak atas kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.