SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkokoh posisinya sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Kali ini, UMS menerima kunjungan kerja (benchmarking) dari delegasi Universitas Esa Unggul dan Yayasan Pendidikan Kemala Bangsa guna mendalami tata kelola serta kebijakan program studi profesi kesehatan.

Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH), Gedung Induk Siti Walidah, Kampus UMS, Surakarta. Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua belah pihak, termasuk Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, Prof. Supriyono, serta Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu.

Prof. Supriyono menyambut hangat kehadiran delegasi dari Universitas Esa Unggul. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan saat ini. Melalui benchmarking ini, ia berharap kedua institusi dapat saling berbagi praktik baik demi peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan secara adaptif.

Dekan FIK UMS, Prof. Umi Budi Rahayu, menjabarkan kekuatan ekosistem kesehatan di kampusnya yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, mulai dari Fisioterapi, Keperawatan, Ilmu Gizi, hingga Kesehatan Masyarakat. Kolaborasi lintas fakultas, termasuk dengan Fakultas Kedokteran dan Farmasi, menjadi kunci keberhasilan pengelolaan program profesi di UMS.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengembangan, dan Inovasi Universitas Esa Unggul, Dr. Rian Adi Pamungkas, menjelaskan alasan memilih UMS sebagai tujuan studi banding. Pihaknya tertarik mempelajari sistem pembimbingan akademik, tata kelola sumber daya manusia, serta formulasi strategi agar mahasiswa program sarjana dapat bertransisi dengan mulus ke jenjang profesi.

Senada dengan hal itu, Dekan Fakultas Kedokteran UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, membagikan kiat sukses membangun fakultas kedokteran yang tangguh. Ia menekankan perlunya kepemimpinan yang responsif terhadap perubahan regulasi dan pengembangan jejaring nasional yang solid. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan kontribusi nyata dalam mencetak tenaga kesehatan berkualitas di Indonesia.