Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara kalangan akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah (ABG). Pendekatan kolaboratif ini dinilai sukses mendorong optimalisasi berbagai program kerja organisasi serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional dan Sidang Pleno XXV ISEI yang berlangsung di IPB Convention Center, Bogor. Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) ISEI, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo, organisasi ini bertransformasi menjadi lembaga yang lebih modern, dinamis, dan kontributif. Salah satu perwujudan konkretnya adalah penyusunan rekomendasi kebijakan ekonomi tahunan kepada pemerintah yang dirumuskan melalui riset, lokakarya, dan diskusi ilmiah terarah.

Agenda nasional yang dihadiri oleh perwakilan dari 49 pengurus cabang di seluruh Indonesia ini juga diwarnai dengan penetapan anggota baru dari kalangan tokoh nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto secara resmi bergabung menjadi anggota ISEI Cabang Yogyakarta, sedangkan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiharto ditetapkan sebagai anggota ISEI Cabang Bogor Raya.

Delegasi ISEI Cabang Yogyakarta yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Didi Achjari turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Untuk tingkat daerah, ISEI Yogyakarta berkomitmen terus mempererat kolaborasi strategis yang selama ini telah terjalin dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY, OJK, Pemerintah Daerah DIY, Kadin, serta berbagai perguruan tinggi setempat.

Menatap ke depan, ISEI Cabang Yogyakarta tengah menyiapkan realisasi sejumlah program kerja strategis. Sekretaris ISEI Yogyakarta, Y. Sri Susilo, memaparkan bahwa program terdekat yang akan digulirkan mencakup penyelenggaraan Yogyakarta Economic Symposium (YES) serta forum ISEI Forecaster. Selain itu, inisiasi pembentukan wadah ISEI Muda Jogja juga disiapkan bersama BI DIY untuk menjamin regenerasi kepengurusan organisasi di masa mendatang.