Penutupan turnamen sepak bola Piala Pergam Songgom di Kabupaten Brebes menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Perum Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar hutan. Kompetisi yang berlangsung di lapangan Desa Songgom, Kecamatan Songgom—yang berada di wilayah pangkuan hutan RPH Wanayasa, KPH Balapulang—sukses menyedot antusiasme tinggi dari warga setempat, khususnya para pemuda.

Wakil Bupati Brebes, Wurja, mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi ini yang dinilai tidak hanya sekadar wadah olahraga, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi yang efektif bagi para pencinta sepak bola. Pihaknya berharap, dari lapangan di pinggir hutan ini akan lahir talenta-talenta muda berbakat yang mampu menembus level profesional dan mengharumkan nama daerah.

Selain fokus pada sportivitas, Wurja juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan Perhutani di wilayah sekitar Desa Songgom. Mengingat sebagian besar warga menggantungkan perekonomian mereka pada hasil hutan, menjaga kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama demi mencegah kerusakan yang dapat merugikan masyarakat sendiri.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Administratur KPH Balapulang, La Ode Sahara, menekankan bahwa keharmonisan hubungan antara instansinya, pemerintah daerah, dan masyarakat desa hutan merupakan kunci utama keberhasilan pengelolaan hutan lestari. Pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi, baik dalam bidang sosial, olahraga, maupun perlindungan hutan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen, Joni, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Perhutani yang telah menyediakan fasilitas lapangan dan mendukung penuh jalannya acara dari awal hingga akhir. Turnamen ini pun ditutup dengan meriah dan menyisakan komitmen kuat untuk terus menjaga sinergi positif demi kemajuan pemuda dan kelestarian alam Brebes.