Direktorat Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Santri Tahun 2026 di Talaga Cikeas, Bogor. Dalam forum tersebut, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, menekankan pentingnya peran santri sebagai pelopor gerakan peduli lingkungan (green leader) yang mampu menyinergikan akhlak mulia dan kecakapan teknologi digital.

Mengusung tema "Santri Penggerak Perubahan: Dari Ekoteologi Menuju Green Leadership", kegiatan ini membekali santri pilihan dari berbagai penjuru tanah air untuk menghadapi tantangan global. Ahmad Tholabi menjelaskan bahwa konsep kepemimpinan hijau bukan sekadar aksi seremonial seperti menanam pohon pada momen tertentu. Lebih dari itu, kepemimpinan ini harus lahir dari kesadaran spiritual terdalam bahwa menjaga bumi merupakan bagian integral dari ibadah dan tanggung jawab keagamaan.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta tersebut, ekosistem pesantren sebenarnya sudah memiliki modal sosial dan moral yang kokoh untuk mencetak pemimpin masa depan. Pola hidup disiplin, kesederhanaan, serta kebersamaan yang dipraktikkan sehari-hari oleh para santri dinilai menjadi fondasi kuat dalam membangun empati, kolaborasi, dan integritas yang sangat dibutuhkan pada abad ke-21.

Selain fokus pada isu ekologi, Tholabi juga menyoroti pentingnya santri menguasai dua pilar peradaban sekaligus, yakni pemahaman mendalam terhadap ajaran agama (peradaban kitab) dan penguasaan teknologi digital. Baginya, pemahaman agama berfungsi sebagai kompas moral yang memberikan arah dan kendali akhlak, sementara teknologi serta kecerdasan buatan berperan sebagai akselerator inovasi.

Di akhir pemaparannya, ia mengimbau para santri untuk memulai langkah nyata dari lingkungan terdekat mereka, seperti mengampanyekan pengurangan plastik sekali pakai, efisiensi energi, serta pengelolaan sampah mandiri di lingkungan pesantren. Melalui pelatihan ini, Kemenag berharap para alumni LDK mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang membawa dampak konkret bagi keberlanjutan bumi dan kemaslahatan masyarakat luas.