Kemitraan strategis antara dunia akademik dan industri manufaktur tanah air kembali diperkuat. Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menjalin kolaborasi dengan PT SANY Heavy Industry Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di kawasan produksi SANY, Karawang, Jawa Barat, pada Senin (24/8/2026).
Kolaborasi ini mencakup berbagai program strategis, mulai dari penyediaan program magang mahasiswa, penyerapan lulusan kerja, sistem pembelajaran berbasis industri (work-integrated learning), hingga riset bersama. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal agar siap bersaing di level global.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., bersama Direktur Utama PT SANY Heavy Industry Indonesia, Li Dao. Usai seremonial, delegasi ITB berkesempatan meninjau langsung fasilitas manufaktur modern milik SANY untuk melihat penerapan teknologi produksi mutakhir.
Prof. Lavi Rizki Zuhal menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan kelanjutan dari jejaring internasional ITB dengan institusi pendidikan dan industri asal Tiongkok. Keberhasilan serupa sebelumnya telah terwujud melalui pembangunan laboratorium bersama di ITB Jatinangor yang melibatkan Central South University (CSU) dan PT Green Eco-Manufacture (GEM). Model sukses tersebut kini diadopsi dan diperluas bersama SANY.
SANY Group dikenal sebagai salah satu raksasa produsen alat berat dunia yang aktif menerapkan konsep digitalisasi, otomatisasi, dan dekarbonisasi. Di Indonesia, raksasa manufaktur ini telah mendirikan fasilitas produksi pintar (Lighthouse Factory) di Karawang sejak tahun 2021 dan terus berekspansi guna mendukung sektor konstruksi serta pertambangan nasional.
Chairman of SANY Asia Pacific, Zhang Song, menyambut hangat kolaborasi ini dan memandang ITB sebagai mitra akademis strategis di Indonesia. SANY berkomitmen mendukung penguatan riset dan pengembangan (R&D) lokal untuk membuka peluang bagi talenta Indonesia menempati posisi-posisi manajerial dan strategis di industri masa depan.
Kerja sama ini dirancang secara multidisiplin dengan melibatkan berbagai fakultas di ITB. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), hingga Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) akan berkolaborasi sesuai keahlian masing-masing guna menciptakan inovasi yang aplikatif bagi kebutuhan industri riil.