Pemerintah Korea Selatan terus memperkuat komitmennya dalam membantu pembangunan global melalui program Bantuan Pembangunan Resmi (ODA). Melalui sinergi antara Badan Kerja Sama Internasional Korea (KOICA) dan Yayasan Korea untuk Layanan Kesehatan Internasional (KOFIH), sejumlah proyek pembangunan pedesaan dan peningkatan fasilitas kesehatan berhasil diresmikan di Provinsi Battambang dan Banteay Meanchey, Kamboja.

Rangkaian kegiatan bertajuk K-ODA untuk Pembangunan Pedesaan dan Kesehatan Kamboja ini berlangsung pada 5-6 Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari "K-Initiative" yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Korea di Kamboja guna mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat desa dengan layanan medis dasar yang lebih representatif bagi warga setempat.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian ini adalah penandatanganan kesepakatan untuk memulai fase kedua Proyek Pembangunan Desa (VDP) di Provinsi Battambang pada 5 Agustus 2026. VDP merupakan program berbasis partisipasi aktif masyarakat setempat. Sebelumnya pada fase pertama, proyek ini sukses membenahi infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan akses jalan di 30 desa yang tersebar di Provinsi Battambang, Pailin, dan Banteay Meanchey.

Sebagai keberlanjutan dari fase pertama, Pusat Kesehatan Malai di Provinsi Banteay Meanchey resmi dibuka pada 6 Agustus 2026. Fasilitas baru ini kini dilengkapi dengan ruang pemeriksaan medis, apotek, ruang bersalin, ruang tunggu untuk ibu hamil, serta ruang khusus imunisasi yang dirancang demi mendekatkan akses kesehatan primer kepada warga lokal.

Pada hari yang sama, KOFIH juga meresmikan bangsal obstetri baru di Rumah Sakit Rujukan Preah Net Preah. Bangsal modern ini dilengkapi dengan ruang operasi, ruang bersalin, serta fasilitas perawatan intensif bagi bayi yang baru lahir, sebagai langkah konkret menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut.