Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Embung Fatimah, Kota Batam, Kepulauan Riau. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pemenuhan sarana dan prasarana medis secara bertahap guna memperkuat penanganan penyakit prioritas, yakni Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa dukungan penyediaan alat kesehatan ini disesuaikan dengan kebutuhan riil rumah sakit secara berkala hingga periode 2027-2028. Kemenkes telah menyetujui proposal pengadaan, di mana satu unit CT scan telah terealisasi dan akan disusul oleh penyediaan fasilitas cath lab untuk mengoptimalkan penanganan stroke.

Melalui kelengkapan fasilitas baru ini, Menkes berharap RSUD Embung Fatimah mampu menangani mayoritas pasien penyakit kritis di tingkat lokal. Targetnya, sekitar 80 hingga 90 persen pasien stroke dapat ditangani secara optimal di Batam tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar daerah.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Embung Fatimah, Andi Nugraha Sendjaja, mengungkapkan bahwa kapasitas pelayanan bedah saraf di rumah sakit tersebut saat ini baru terpenuhi sekitar 50 persen. Namun, Kemenkes telah berkomitmen memberikan bantuan penuh untuk pengadaan mikroskop khusus bedah serta menawarkan alat endoskopi guna mendukung tindakan bedah saraf yang lebih presisi.

Di samping meninjau kesiapan fasilitas medis, Menkes Budi Gunadi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola RSUD Embung Fatimah. Menurutnya, rumah sakit milik pemerintah daerah ini merupakan salah satu yang paling bersih dan rapi yang pernah ia kunjungi.