Pemerintah Kecamatan Kubutambahan bersama UPTD Puskesmas Kubutambahan I menggelar Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Sektor Triwulan II pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk memperkuat koordinasi serta mengevaluasi berbagai program kesehatan masyarakat, khususnya penanganan stunting dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa.
Sekretaris Camat (Sekcam) Kubutambahan, I Nyoman Budiarsana, yang hadir mewakili Camat Kubutambahan, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menyelaraskan program kesehatan. Ia menyoroti peran strategis Posyandu dalam memantau kesehatan ibu dan anak secara berkala sebagai upaya pencegahan stunting secara dini.
Budiarsana juga mendorong pemerintah desa agar memberikan dukungan nyata, terutama melalui integrasi program dan penganggaran dana desa untuk sektor kesehatan. Menurutnya, kesinambungan pelayanan di tingkat akar rumput sangat bergantung pada kontribusi aktif dan kolaborasi seluruh elemen pemerintahan desa.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Kubutambahan I, dr. Putu Yoni Utami, memaparkan hasil evaluasi kinerja pelayanan kesehatan periode April hingga Juni 2026. Ia memaparkan bahwa masih ada sejumlah indikator pada Klaster 2 Kesehatan Ibu dan Anak yang belum mencapai target sasaran.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak Puskesmas merancang langkah taktis berupa kunjungan langsung ke rumah-rumah warga di desa yang capaian layanannya masih rendah. Selain itu, kampanye pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) terpadu minimal enam kali serta skrining kesiapan hamil bagi calon pengantin akan terus ditingkatkan.
Agenda koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran Polsek Kubutambahan, Korwil Disdikpora, Koordinator PLKB, Perbekel Desa Kubutambahan, serta perwakilan dari Desa Bulian dan Desa Bukti. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata dan optimal bagi masyarakat Kubutambahan.