Industri fesyen Bandung yang dikenal dinamis terus melahirkan pelaku usaha lokal dengan daya saing kuat. Salah satunya Orianara, jenama busana asal Kota Bandung yang tetap bertahan dan berkembang di tengah ketatnya persaingan pasar mode.

Didirikan sekitar 14 tahun lalu, Orianara tumbuh dengan membawa filosofi nama Oriana, yang dimaknai sebagai matahari terbit berwarna keemasan. Makna tersebut menjadi semangat bagi usaha ini untuk terus menghadirkan masa pertumbuhan melalui inovasi koleksi dan kualitas produk.

Pemilik Orianara, Ria Mareti, mengatakan pihaknya secara rutin meluncurkan desain baru agar pelanggan memiliki pilihan busana yang segar. Dalam satu bulan, Orianara mampu menghadirkan sekitar delapan hingga sepuluh desain produk baru.

Menurut Ria, Orianara tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis. Jenama ini juga berupaya menyediakan produk fesyen berkualitas dengan harga yang tetap dapat dijangkau masyarakat luas. Ragam produknya mencakup kaus untuk pemakaian harian hingga kemeja yang menjadi salah satu produk terlaris.

Ciri khas Orianara terletak pada rancangan in-house yang mengutamakan karakter desain. Produk-produk yang dihasilkan memadukan potongan busana elegan, pilihan warna yang kuat, serta detail seperti patchwork, bordir, sablon, dan payet.

Segmentasi utama Orianara menyasar perempuan dewasa berusia sekitar 25 hingga 45 tahun, terutama konsumen yang membutuhkan busana nyaman untuk beraktivitas tetapi tetap memiliki tampilan berbeda. Pendekatan desain tersebut membuat produk Orianara memiliki identitas yang tidak mudah disamakan dengan produk massal.

Untuk menjaga mutu produksi, Orianara mengandalkan tim internal yang didukung sekitar 40 karyawan. Kapasitas produksinya saat ini mencapai 2.000 hingga 3.000 potong pakaian setiap bulan.

Selain berorientasi pada pengembangan usaha, Orianara juga menjalankan peran sosial dengan melibatkan perempuan di sekitar lokasi produksi. Upaya ini menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal agar para pekerja memiliki kemandirian penghasilan.

Dari sisi pemasaran, Orianara menerapkan strategi omnichannel dengan menggabungkan penjualan luring dan daring. Gerai fisik Orianara hadir di sejumlah titik di Bandung, antara lain Trans Studio Mall, Paris Van Java, serta toko terbaru di kawasan Jalan Riau.

Di ranah digital, Orianara memanfaatkan berbagai kanal penjualan seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, serta akun resmi @orianara.id. Produk Orianara juga mulai menjangkau pasar Asia Tenggara, termasuk Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand melalui program ekspor digital.

Dalam mendukung kelancaran transaksi, Orianara memanfaatkan layanan DIGI bank bjb. Infrastruktur digital tersebut digunakan untuk mempermudah aktivitas keuangan, mulai dari pemantauan mutasi rekening, transfer antarbank, hingga pembayaran nontunai secara real time.

Ria menyebut layanan perbankan digital tersebut membantu usahanya beradaptasi dengan kebiasaan transaksi masyarakat yang semakin mengarah pada pembayaran tanpa uang tunai. Menurutnya, sistem nontunai lebih praktis, aman, dan memberikan kenyamanan bagi pelaku usaha maupun konsumen.

Salah satu fitur yang banyak digunakan di gerai Orianara adalah QRIS. Dengan fitur tersebut, pelanggan dapat menyelesaikan pembayaran cukup dengan memindai kode melalui ponsel, sehingga proses transaksi berlangsung cepat.

bank bjb menyatakan layanan DIGI bank bjb dihadirkan untuk menjawab kebutuhan finansial masyarakat modern, termasuk pelaku usaha. Layanan ini mencakup pembukaan rekening secara online, transfer, pembayaran, pembelian, informasi keuangan, hingga fitur bjb Cardless untuk tarik tunai.

Sebagai bank daerah, bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta Bank Indonesia, dan menjadi peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan. Dukungan layanan digital tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas pasar.