Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan medis darurat bagi masyarakat luas. Langkah konkret ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama PT Vale Indonesia Tbk, Dinas Kesehatan Kolaka, dan RSUD Benyamin Guluh melalui penyelenggaraan pelatihan serta sertifikasi Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Batch II.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Gedung RSUD Benyamin Guluh ini dirancang khusus untuk mengasah kesiapan para tenaga medis dalam memberikan penanganan pertama yang cepat dan tepat pada kasus-kasus kritis, seperti trauma fisik dan serangan jantung. Program ini menjadi bagian integral dari inisiatif sosial berkelanjutan PT Vale bertajuk "Kolaka Sehat, Inklusif, dan Berdaya".

Project Engineer Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa PT Vale, Achmad Siswandi Asdam, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan memperkuat fondasi ekosistem kesehatan daerah secara jangka panjang. Selain pelatihan kegawatdaruratan, komitmen ini juga mencakup promosi kesehatan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, operasi katarak massal, hingga pemberian beasiswa bagi dokter spesialis.

Pelatihan BTCLS Batch II diselenggarakan dengan metode pembelajaran hybrid selama enam hari, yang mengombinasikan pendalaman teori secara daring dan praktik penanganan langsung. Diikuti oleh 33 tenaga kesehatan yang tersebar dari berbagai wilayah pemberdayaan lingkar tambang, program ini kini telah mencetak sekitar 60 tenaga medis berkemampuan respons cepat yang siap bertugas di puskesmas maupun rumah sakit daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Hj. Sri Raoda Buna, menyambut positif kolaborasi ini. Selain peningkatan kapasitas perawat, kemitraan ini juga memfasilitasi beasiswa pendidikan untuk empat dokter spesialis dasar—anak, bedah, kandungan, dan penyakit dalam—yang nantinya diproyeksikan mengabdi di RSUD Wasa Wisa Benggali, Kecamatan Pomalaa. Upaya peningkatan mutu ini turut didukung dengan hibah alat kesehatan yang disinkronkan dengan APBD demi mencegah tumpang tindih anggaran.

Sementara itu, Direktur RSUD Benyamin Guluh, dr. Julianita, Sp.THT, mengapresiasi dukungan pelatihan gratis ini mengingat tingginya rasio kebutuhan penanganan darurat di rumah sakit rujukan regional tersebut. Sebagai rumah sakit yang melayani rujukan dari Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, hingga Bombana, peningkatan kapasitas tim medis sangat krusial dalam menekan risiko fatalitas pasien sebelum mendapatkan tindakan medis lanjutan.