Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan capaian gemilang dalam upaya memperluas jaringan pasar domestik. Melalui misi dagang yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Pekanbaru, Rabu (8/7/2026), forum bisnis tersebut berhasil mengamankan komitmen transaksi hingga Rp1,066 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan, hampir tiga kali lipat dibandingkan capaian serupa pada tahun 2020 yang berada di angka Rp362,12 miliar.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda strategis untuk menumbuhkan semangat kemitraan antarprovinsi. Baginya, misi dagang bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, melainkan instrumen vital dalam memperpendek jalur distribusi sekaligus memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok dan industri secara nasional.

Struktur transaksi tersebut mencakup penjualan berbagai komoditas unggulan Jawa Timur senilai Rp704,88 miliar, seperti produk olahan pangan, bahan baku baja, hingga pupuk. Di sisi lain, Jawa Timur menyerap komoditas strategis dari Riau senilai Rp361,15 miliar, termasuk pulp yang menjadi kebutuhan krusial bagi industri di Jawa Timur. Ketergantungan pasokan pulp dari Riau yang mencapai 99 persen menjadi bukti nyata betapa krusialnya sinergi ekonomi kedua wilayah ini.

Salah satu poin kerja sama yang menonjol adalah kesepakatan antara PT Kharim Mandiri Indonesia dengan PT Unggas Riau Perkasa senilai Rp202,19 miliar per tahun. Kontrak tersebut mencakup pemasaran produk olahan unggas, daging sapi, hingga susu yang diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal di kedua provinsi.

Di tengah dinamika ekonomi yang menantang, Jawa Timur terus menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,96 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Dengan total 52 kali misi dagang yang telah diselenggarakan sejak 2019, pemerintah provinsi optimistis bahwa komitmen transaksi senilai Rp40,21 triliun ini akan menjadi fondasi kuat untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.