PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus memantapkan langkah dalam agenda diversifikasi bisnis melalui anak usahanya, Wolfram Limited. Perusahaan mencatatkan capaian signifikan pada proyek tambang Mt. Carlton di Queensland, Australia, di mana operasional penambangan bawah tanah di area A39 kini berjalan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Percepatan ini memungkinkan perseroan mengakses cadangan bijih dengan kadar lebih tinggi, sebuah langkah yang diyakini bakal mendongkrak produktivitas serta profitabilitas perusahaan secara signifikan. Sejak April 2026, tambang terbuka V2 memang telah menyuplai emas, perak, dan tembaga, namun dimulainya operasional bawah tanah menjadi katalis baru yang memperkuat posisi perusahaan.

Analis Panin Sekuritas, Cliff Nathaniel, menilai langkah strategis ini mencerminkan keberhasilan transformasi Bumi Resources. Emiten yang selama ini lekat dengan komoditas batu bara tersebut kini bertransformasi menjadi perusahaan sumber daya alam dengan portofolio yang lebih variatif, sekaligus meminimalisir ketergantungan terhadap fluktuasi siklus industri batu bara.

Selain efisiensi operasional, kepastian pemasaran turut menjadi nilai tambah bagi BUMI. Adanya kontrak kerja sama penjualan konsentrat selama tujuh tahun dengan Glencore memberikan visibilitas arus kas yang stabil dan mengurangi risiko komersial di awal pengembangan proyek.

Pasar kini menaruh perhatian besar terhadap realisasi produksi dari sektor bawah tanah tersebut. Kinerja konsolidasi Bumi Resources ke depan akan sangat bergantung pada seberapa besar kontribusi aset logam ini dalam menjaga keseimbangan struktur pendapatan dan memperkuat fundamental bisnis dalam jangka panjang.