Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta mengambil langkah strategis untuk memperkuat jaringan ekonomi bilateral melalui kunjungan kerja ke Jepang. Dalam agenda tersebut, delegasi pengusaha ibu kota menggelar pertemuan bisnis dengan Tokyo Metropolitan Small and Medium Enterprise Support Center di Tokyo untuk membuka peluang kerja sama yang konkret.
Kolaborasi ini mempertemukan 10 pelaku usaha asal Indonesia dengan sekitar 60 pengusaha Jepang dari berbagai sektor industri. Sektor-sektor yang terlibat meliputi manufaktur mesin, teknologi informasi, kuliner dan distribusi, kimia, tekstil, pertanian, hingga konstruksi, guna mendorong transfer teknologi dan rantai pasok yang lebih kuat.
Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, menegaskan bahwa kunjungan ini tidak sekadar bertukar informasi, melainkan untuk menciptakan transaksi riil dan investasi jangka panjang. Pertemuan yang dihadiri pula oleh Atase Perdagangan KBRI Tokyo, Merry Astrid, dan CEO Tokyo SME Support Center, Tarao Mitsuchika, ini diharapkan menjadi jembatan bagi produk lokal menembus pasar internasional.
Menurut Diana, sinergi antara kedua negara sangat potensial mengingat Jepang memiliki keunggulan dalam aspek teknologi dan standar kualitas industri, sementara Indonesia menawarkan pasar yang luas serta kreativitas produk yang tinggi. Penyatuan kekuatan ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Lebih lanjut, KADIN DKI Jakarta juga mendorong para pelaku UMKM tanah air untuk berani bersaing di kancah global. Melalui penjajakan bisnis ini, pengusaha lokal diharapkan dapat lebih memahami karakter pasar Jepang yang sangat mengutamakan konsistensi kualitas dan profesionalisme kerja demi membangun kemitraan yang berkelanjutan.