BOJONEGORO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Teknologi Kasiman tahun ajaran 2026/2027 dikemas secara edukatif dengan melibatkan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 50 siswa baru mendapatkan pembekalan khusus mengenai literasi digital guna membangun budaya berinternet yang sehat dan produktif di lingkungan sekolah.

Kegiatan kolaboratif yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) ini bertujuan membentengi para siswa dari berbagai dampak negatif dunia maya. Dalam sesi interaktif tersebut, pemateri menyampaikan materi krusial mulai dari pengelolaan waktu layar (screen time), pencegahan kecanduan gim daring, etika berkomunikasi digital untuk menghindari perundungan siber (cyberbullying), hingga perlindungan data pribadi.

Perwakilan Relima Bojonegoro, M. Imron Nasir, menekankan bahwa siswa sekolah menengah kejuruan memiliki potensi besar sekaligus kerentanan tinggi di ruang digital. Oleh karena itu, edukasi ini dirancang agar mereka mampu berpikir kritis saat memilah informasi serta memahami konsekuensi hukum beraktivitas di media sosial, termasuk aturan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 1 Tahun 2024.

Selain aspek keamanan dan etika, para siswa baru juga didorong untuk memanfaatkan koneksi internet secara produktif guna menunjang kompetensi kejuruan mereka, khususnya pada program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Kampanye "Saring Sebelum Sharing" turut disosialisasikan sebagai prinsip utama dalam bermedia sosial.

Langkah preventif ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Teknologi Kasiman, Rizky Nuuril Fahmi, berharap kerja sama dengan Relima Bojonegoro dapat terus terjalin secara berkesinambungan demi terciptanya ekosistem pendidikan yang aman, cerdas, dan ramah digital di lingkungan sekolah.