Kota Singkawang kini menjadi pusat perhatian bagi ribuan penggiat olahraga di Kalimantan Barat seiring dengan penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II. Perhelatan yang berlangsung pada 5 hingga 12 Juli 2026 ini bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, melainkan wadah strategis untuk merajut kembali nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menekankan bahwa olahraga masyarakat memiliki esensi yang unik dibandingkan cabang olahraga prestasi. Melalui permainan tradisional yang dikompetisikan, masyarakat diajak untuk bernostalgia sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur. Aspek inklusivitas menjadi poin utama, di mana kegiatan ini terbuka bagi semua kelompok usia tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
Sebanyak 3.098 peserta dan ofisial dari 12 kabupaten/kota di Kalimantan Barat turut memeriahkan event ini. Mengandalkan delapan titik lokasi perlombaan, ajang ini diharapkan mampu membangkitkan semangat gotong royong dan menjadi instrumen pemersatu bangsa di level daerah melalui aktivitas fisik yang menghibur.
Selain memberikan dampak sosial, perhelatan ini juga diproyeksikan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kota Singkawang. Pemerintah kota menyatakan kesiapannya dalam menyambut seluruh kontingen dengan keramahan khas lokal, seraya berharap momentum ini dapat meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta serta menarik minat kunjungan wisata di masa depan.