Bek baru AC Milan, Mario Gila, membagikan kisah menarik di balik keputusannya berlabuh ke San Siro dari Lazio pada bursa transfer musim panas ini. Pemain bertahan berkebangsaan Spanyol tersebut mengungkapkan bahwa bujukan personal dari pelatih kepala Ruben Amorim serta peran mantan Direktur Olahraga, Igli Tare, menjadi faktor penentu yang memantapkan pilihannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gila menyusul kemenangan meyakinkan Rossoneri dengan skor 4-2 atas Manchester United dalam laga uji coba pramusim. Dalam sesi wawancara khusus bersama media Italia, La Gazzetta dello Sport, Gila menekankan bahwa hasil positif melawan mantan klub asuhan Amorim tersebut menjadi modal penting untuk mendongkrak mentalitas tim menjelang bergulirnya kompetisi Serie A.

Perjalanan awal Gila bersama Milan sebenarnya tidak berjalan mulus karena sempat terhambat cedera otot paha belakang (hamstring) saat melakoni laga debutnya melawan Celtic pada pertengahan Juli lalu. Kendati hanya tampil selama 22 menit dalam pertandingan tersebut, kini kondisi fisiknya telah pulih sepenuhnya dan ia siap memberikan kontribusi maksimal di musim baru.

Di bawah arahan Ruben Amorim yang menggantikan Massimiliano Allegri, AC Milan kini menerapkan skema taktis baru dengan formasi tiga bek sejajar dan garis pertahanan yang tinggi. Gila mengakui sistem ini menuntut konsentrasi penuh dari para pemain belakang, namun ia menilai gaya bermain proaktif ini sangat cocok dengan karakteristik bertahannya yang agresif.

Proses negosiasi transfer Gila sejatinya telah dirintis sejak Maret lalu atas rekomendasi Igli Tare. Komunikasi tersebut semakin intensif setelah Amorim resmi menjabat sebagai pelatih dan menghubungi sang bek secara langsung. Meskipun sempat mendapatkan tawaran serius dari klub Serie A lainnya seperti Napoli dan Atalanta, Gila akhirnya memilih Milan sebagai pelabuhan baru kariernya.

Selain faktor pelatih, kepindahan ke Milan juga memberikan kesempatan emas bagi Gila untuk bereuni dengan Luka Modric, senior yang pernah dikenalnya saat masih berada di tim muda Real Madrid. Ia optimistis bahwa kehadiran serta bimbingan dari gelandang veteran sarat pengalaman tersebut akan membantu mempercepat perkembangan kariernya di San Siro.