Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkotika jenis ganja lintas provinsi yang menggunakan modus operandi baru. Komplotan ini menyamarkan kiriman ganja sebagai paket tekstil atau kain melalui jasa ekspedisi swasta, dengan memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana transaksi.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kejelian petugas saat menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Pos Pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Polisi mencurigai sebuah truk ekspedisi Indah Cargo yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa dan menemukan paket ganja yang dikemas bersama lembaran kain guna mengelabui petugas pemeriksaan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa setelah penemuan awal tersebut, penyidik langsung bergerak cepat menggunakan metode penyerahan di bawah pengawasan (controlled delivery). Langkah ini berhasil menjaring lima orang tersangka di sejumlah wilayah berbeda di Pulau Jawa hingga Sumatra sepanjang pertengahan hingga akhir Agustus 2026.

Di Pasuruan, polisi meringkus Samik Umar Syeban yang bertindak atas kendali Saiful Rochman, seorang narapidana di Lapas Klas I Malang. Penelusuran berlanjut ke wilayah Brebes dengan menangkap Saeful Maulana, serta Sugito Halim di Bogor yang diketahui hendak mengedarkan barang haram tersebut hingga ke wilayah Serang, Banten.

Otak pengiriman paket tersebut akhirnya teridentifikasi sebagai seorang mahasiswa bernama Lio Yeheskiel Siburian yang mengelola akun Instagram "King_Garden". Ia ditangkap di Medan saat hendak mengirim paket ganja di salah satu kantor ekspedisi lokal. Saat kamar kosnya di kawasan Padang Bulan digeledah, petugas menemukan puluhan paket ganja siap edar serta batang ganja kering, dengan total barang bukti yang disita mencapai lebih dari 9 kilogram ganja serta ratusan butir obat keras jenis Heximer dan Tramadol.

Kini, pihak kepolisian tengah mendalami aliran transaksi keuangan para pelaku serta melakukan perburuan terhadap pemasok utama di tingkat hulu guna melacak keberadaan ladang ganja asal barang tersebut. Bareskrim juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat dengan perusahaan jasa pengiriman guna meminimalisasi penyalahgunaan jalur logistik darat untuk peredaran gelap narkotika.