Melakoni gaya hidup aktif melalui olahraga rutin memang berdampak baik bagi kesehatan. Namun, meluangkan waktu khusus untuk beristirahat atau rest day tidak kalah penting guna memastikan tubuh pulih secara optimal dan terhindar dari risiko cedera akibat kelelahan berlebih (overtraining).
Menurut Dr. Luigi Gratton, pakar nutrisi olahraga sekaligus Vice President of Health and Wellness Herbalife, masih banyak masyarakat yang keliru mengartikan hari istirahat sebagai waktu untuk tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali. Sebaliknya, para atlet profesional justru memanfaatkan momen ini untuk melakukan pemulihan aktif (active recovery) melalui olahraga berintensitas ringan.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, bersepeda santai, yoga, peregangan dinamis, hingga penggunaan foam roller sangat disarankan. Aktivitas tersebut efektif meningkatkan sirkulasi darah, yang pada gilirannya mempercepat pembuangan sisa metabolisme dari otot sekaligus merangsang perbaikan jaringan tubuh tanpa memberikan beban latihan yang berlebihan.
Selain menjaga ritme latihan dan istirahat, asupan nutrisi yang seimbang juga memegang peranan krusial. Gratton menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi protein secara merata di setiap waktu makan demi mempertahankan massa otot dan memperkuat sistem imun. Kebutuhan hidrasi juga harus dipenuhi dengan baik tanpa harus menunggu rasa haus datang, terutama saat berolahraga berat atau di lingkungan panas yang membutuhkan asupan elektrolit tambahan seperti natrium dan kalium.
Terakhir, kualitas tidur malam yang cukup selama tujuh hingga sembilan jam menjadi penutup krusial dari siklus pemulihan. Pada fase istirahat total inilah tubuh secara alami memperbaiki kerusakan jaringan otot, meregenerasi sistem saraf, serta mengoptimalkan kembali fungsi kognitif dan daya ingat setelah beraktivitas seharian.