JAKARTA – Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) Business Show 2026 mulai membuka pendaftaran bagi exhibitor yang ingin ambil bagian dalam penyelenggaraan edisi ke-27. Ajang pameran bisnis ini dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang.
Pameran tersebut akan menampilkan beragam sektor usaha, mulai dari waralaba, lisensi, kemitraan, distribusi, reseller, hingga solusi ritel. Pada penyelenggaraan tahun depan, FLEI Business Show digelar dengan skala lebih besar dan dirancang sebagai ruang temu pelaku usaha yang ingin memperluas pasar maupun membangun jejaring bisnis baru.
FLEI Business Show 2026 akan berjalan bersamaan dengan Cafe Brasserie Expo (CBE) serta Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE). Ketiga pameran itu berada di bawah penyelenggaraan Panorama Media dan membentuk satu ekosistem bisnis terpadu yang mempertemukan segmen waralaba, industri kuliner, serta perjalanan insentif korporat.
Dengan format tersebut, peserta pameran dinilai memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas dalam satu lokasi. Exhibitor tidak hanya dapat bertemu calon mitra dari sektor waralaba, tetapi juga pelaku usaha makanan dan minuman, perusahaan ritel, investor, hingga korporasi yang membutuhkan layanan perjalanan insentif.
Berdasarkan catatan penyelenggara, edisi sebelumnya mencatatkan lebih dari 45.000 pengunjung dari gabungan tiga pameran dan menghasilkan ribuan peluang kerja sama bisnis. Tingkat kepuasan peserta juga disebut cukup tinggi, dengan 92 persen exhibitor menyatakan minat untuk kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya.
Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, menyampaikan bahwa industri waralaba nasional masih berada dalam tren pertumbuhan positif. Menurutnya, sektor ini rata-rata tumbuh sekitar 10 hingga 15 persen per tahun.
Levita menjelaskan, bidang makanan dan minuman, jasa, serta ritel masih menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin memulai usaha melalui sistem waralaba. Ia juga melihat semakin banyak generasi muda dengan pengalaman kerja yang mulai beralih ke dunia kewirausahaan.
“Bisnis waralaba di Indonesia saat ini bernilai lebih dari Rp143 triliun dan terus bertumbuh. Semakin banyak brand lokal yang siap berekspansi ke pasar internasional dan FLEI menjadi salah satu platform yang dapat mempertemukan mereka dengan peluang tersebut,” ujar Levita dalam keterangannya, Kamis (25/6).
Salah satu agenda yang menjadi pembeda pada penyelenggaraan 2026 adalah International Business Summit. Program ini disiapkan sebagai forum kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra dari luar negeri, terutama untuk membuka akses ekspansi lintas negara.
President Director Panorama Media, Royanto Handaya, mengatakan FLEI kini tidak hanya diarahkan sebagai tempat transaksi bisnis domestik. Menurutnya, pameran tersebut juga dikembangkan menjadi platform yang mendorong terbentuknya kemitraan global.
“Kolaborasi lintas negara kini menjadi salah satu kunci penting dalam pengembangan bisnis. Melalui FLEI Business Show edisi ke-27, kami ingin memperkuat peran pameran ini sebagai jembatan yang mempertemukan peluang bisnis dari berbagai negara,” kata Royanto.
Selain International Business Summit, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah program pendukung, antara lain FLEI Business Conference, workshop, talk show, business matching, business coaching, consultation clinics, masterclass, serta sesi pelatihan tematik. Rangkaian kegiatan tersebut ditujukan untuk mempertemukan pemilik usaha dengan calon mitra, investor, maupun pihak yang membutuhkan pendampingan bisnis.
Untuk FLEI Business Show saja, penyelenggara menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Pendaftaran exhibitor telah dibuka bagi berbagai kategori usaha, termasuk waralaba, peluang bisnis, lisensi kekayaan intelektual, solusi ritel, distributor, dan reseller.
Melalui penyelenggaraan tahun 2026, FLEI Business Show diharapkan menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring, menjaring mitra baru, serta membuka peluang ekspansi ke pasar yang lebih besar, termasuk pasar internasional.