GUNUNGSITOLI – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berkomitmen penuh dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan, bagi masyarakat di Kepulauan Nias. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat melakukan kunjungan kerja ke Kampus Gunungsitoli Poltekkes Kemenkes Medan.
Langkah nyata ini diambil menyusul laporan memprihatinkan mengenai tingginya angka mahasiswa yang terancam putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi. Dari total 66 mahasiswa yang diterima pada semester pertama di kampus tersebut, tercatat hanya 23 orang yang dapat aktif melanjutkan studi mereka, sementara 43 mahasiswa lainnya terpaksa mandek karena kendala biaya.
Menanggapi situasi tersebut, Bobby Nasution menegaskan bahwa persoalan ini harus segera diselesaikan lewat kerja sama lintas sektor. Menurutnya, pendidikan di sektor kesehatan memiliki nilai strategis yang sangat tinggi guna memenuhi ketersediaan tenaga medis yang kompeten di wilayah kepulauan tersebut.
Guna mencari solusi jangka panjang, Pemprov Sumut tengah menjajaki opsi kemitraan strategis dengan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Kepulauan Nias serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Formula dan skema bantuan pembiayaan kuliah kini sedang digodok agar cakupan penerima beasiswa dapat diperluas secara signifikan.
Bobby optimis bahwa investasi berkelanjutan pada sektor pendidikan kesehatan tidak hanya akan memajukan kualitas pelayanan medis setempat, tetapi juga membuka peluang kerja yang luas bagi generasi muda Nias. Ia berharap dukungan finansial ini dapat memastikan seluruh mahasiswa menyelesaikan studinya dan kembali untuk mengabdi di tanah kelahiran mereka.