Pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi membuka ruang publik baru melalui peluncuran Car Free Day (CFD) Peken Wilwatikta yang berpusat di sepanjang Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko. Kegiatan perdana yang diresmikan oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, ini dirancang untuk menyatukan aktivitas olahraga, promosi produk UMKM, penyediaan layanan publik, serta pelestarian seni dan budaya lokal.
Berbeda dengan konsep CFD konvensional, Peken Wilwatikta diproyeksikan sebagai pusat interaksi masyarakat yang produktif. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, menjelaskan bahwa acara ini mewadahi berbagai kegiatan mulai dari senam bersama, pasar rakyat, pelayanan administrasi instansi, hingga panggung hiburan musik dan pertunjukan tradisional.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiasi program ini. Menurutnya, CFD Peken Wilwatikta tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik masyarakat, melainkan juga menjadi sarana silaturahmi yang mempererat kebersamaan warga. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan mampu mempromosikan potensi lokal guna menarik minat wisatawan luar daerah.
Dari sisi ekonomi, kehadiran pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif dalam bazar CFD dinilai mampu memberikan dampak berantai (multiplier effect) terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ke depan, acara ini dijadwalkan berlangsung rutin dua kali dalam sebulan dengan evaluasi berkala untuk mengoptimalkan fasilitas dan partisipasi publik.
Mengingat peluncuran perdana ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Al Barra berharap semangat perjuangan tersebut dapat diadopsi oleh pemerintah dan masyarakat dalam memajukan perekonomian daerah. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan ruang lebih luas bagi seniman lokal untuk menampilkan karya terbaik mereka di panggung ini.