Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi membuka pelatihan khusus bagi para pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Unit IV Kantor Bupati Buleleng pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (27/8/2026) ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan di lingkungan pendidikan dasar dan menengah.

Sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan pengelola UKS dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga madrasah turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa program ini diinisiasi sebagai respons atas hasil evaluasi berkala yang menunjukkan perlunya pembenahan dalam tata kelola UKS di berbagai satuan pendidikan.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng dalam pengarahannya menegaskan pentingnya implementasi Trias UKS secara konsisten guna mendukung tumbuh kembang siswa dan kenyamanan tenaga pendidik. Selain itu, ia juga menginstruksikan Tim Pembina UKS di tingkat kecamatan untuk aktif melakukan monitoring dan pembinaan ke sekolah-sekolah di wilayah masing-masing minimal sebulan sekali.

Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi strategis dari para praktisi. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng memberikan panduan mengenai pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar sesuai dengan petunjuk teknis. Sementara itu, TP PKK Kabupaten Buleleng mengedukasi peserta tentang program penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di area sekolah.

Dari sisi medis, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng memaparkan materi seputar pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk teknik mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar, deteksi dini kanker, kesehatan reproduksi, serta pembentukan program Dokter Kecil. Melalui pembekalan komprehensif ini, pemerintah berharap para pengelola mampu mentransformasikan UKS menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang aman, bersih, dan berderajat kesehatan tinggi.