Pemerintah resmi meningkatkan alokasi anggaran untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menjelang Asian Games 2026 menjadi Rp222 miliar. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa lonjakan dana ini merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pembinaan prestasi olahraga nasional secara berkelanjutan dan jangka panjang.

Erick Thohir menekankan bahwa kesuksesan di kancah internasional tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan perencanaan matang yang berkesinambungan. Ia mencontohkan persiapan menghadapi Olimpiade 2032 yang idealnya sudah harus diinisiasi sejak saat ini demi mengimbangi kesiapan negara-negara pesaing global.

Total dana Pelatnas sebesar Rp222 miliar tersebut diperoleh setelah melalui penyesuaian dari pagu awal Rp81 miliar menjadi Rp127 miliar, sebelum akhirnya mendapat tambahan dana sebesar Rp95 miliar. Anggaran pembinaan ini sengaja dipisahkan dari dana keberangkatan kontingen sebesar Rp61 miliar guna menjaga akuntabilitas dan memperjelas pos pengeluaran masing-masing kebutuhan.

Terkait pengelolaan dana yang masif ini, Menpora mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan aspek transparansi. Erick secara tegas meminta para atlet dan pengurus cabang olahraga untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk penyelewengan atau pemotongan anggaran langsung kepada Kemenpora, yang nantinya akan ditindaklanjuti bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dengan dukungan finansial yang optimal, pemerintah menaruh harapan besar pada sejumlah cabang olahraga unggulan untuk mendulang prestasi. Cabang olahraga bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi tumpuan utama Indonesia untuk merebut target minimal empat medali emas pada pergelaran Asian Games mendatang.