Sejumlah sektor industri dalam negeri kini menghadapi tekanan serius akibat meroketnya harga gas. Pemerintah pun tengah berupaya mencari formulasi kebijakan yang mampu meredam kenaikan tersebut tanpa mengganggu keberlangsungan operasional bisnis penyedia gas.
Pelaku usaha di sektor manufaktur belakangan ini mengeluhkan harga gas yang melonjak drastis. Kondisi ini dipicu oleh berkurangnya pasokan gas melalui jaringan pipa, sehingga sebagian besar pelaku industri terpaksa mengalihkan pengadaan ke gas hasil regasifikasi liquefied natural gas (LNG). Harga gas LNG untuk keperluan industri tercatat mencapai sekitar US$22 per MMBtu, selisih yang sangat signifikan dibandingkan harga gas pipa yang sebelumnya hanya sekitar US$8 per MMBtu.