PT Pegadaian (Persero) mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar keuangan berbasis emas dengan meraih penghargaan "Top Company in Bullion Bank Industry 2026". Apresiasi bergengsi yang diselenggarakan oleh Indonesia Data bersama Bloomberg Technoz di Jakarta ini diterima langsung oleh Direktur TI & Digital Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas konsistensi perusahaan dalam memelopori dan membangun ekosistem Bank Emas pertama di Indonesia.
Menanggapi pencapaian tersebut, Yos Iman Jaya Dappu menyampaikan bahwa penghargaan ini didedikasikan bagi kerja keras seluruh insan Pegadaian dan kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa bersama dengan ekosistem Danantara, Pegadaian berkomitmen penuh untuk menghadirkan inovasi produk investasi yang relevan serta memperluas inklusi keuangan nasional demi mewujudkan visi besar MengEMASkan Indonesia.
Langkah ekspansif Pegadaian di bisnis bullion (bank emas) ini berjalan progresif sejak mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2024. Layanan ini kemudian diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Sebagai pionir, BUMN ini menawarkan berbagai layanan produktif mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja, Jasa Titipan Emas Koperasi, hingga perdagangan emas.
Keunggulan Pegadaian dalam memimpin industri baru ini ditopang oleh rekam jejak lebih dari 125 tahun di bidang taksir dan gadai emas. Pengalaman panjang tersebut diperkuat dengan infrastruktur keamanan tingkat dunia berupa ruang penyimpanan emas (vault) berstandar internasional, serta kemudahan transaksi digital melalui aplikasi Trig! by Pegadaian. Kepercayaan publik yang kokoh ini tecermin dari total kelolaan emas Pegadaian yang menembus angka fantastis sebesar 153,72 ton per Mei 2026.
Ke depan, kolaborasi erat dengan ekosistem Danantara diharapkan mampu mengedukasi masyarakat secara lebih luas. Pegadaian berupaya mengubah paradigma publik agar tidak lagi melihat emas hanya sebagai aset pasif yang disimpan, melainkan sebagai instrumen keuangan produktif yang mampu memperkokoh stabilitas perekonomian nasional.