Paus Leo XIV menyampaikan pandangan mendalam tentang makna olahraga saat menerima kunjungan para anggota Federasi Renang Italia beserta peserta Kejuaraan Renang Internasional di Vatikan pada Kamis, 25 Juni 2026. Dalam audiensi tersebut, pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu menegaskan bahwa olahraga sejatinya merupakan obat bagi tubuh sekaligus jiwa, asalkan dijalani dengan semangat dan cara yang benar.
Pertemuan ini berlangsung menjelang pelaksanaan Trofi Sette Colli ke-62, sebuah kompetisi renang bergengsi yang dijadwalkan digelar pada 26–28 Juni di Stadion Renang bersejarah Foro Italico, Roma. Ajang tersebut menjadi kualifikasi terakhir bagi para perenang yang membidik tiket ke Kejuaraan Eropa dan Pesta Olahraga Mediterania.
Dalam sambutannya, Paus Leo XIV menguraikan bahwa olahraga memiliki kemampuan memadukan berbagai dimensi kemanusiaan secara utuh. "Olahraga memadukan berbagai dimensi dalam diri manusia dan mengarahkannya kepada nilai-nilai yang sangat penting, seperti komitmen, solidaritas, dan kejujuran," ujar Paus. Beliau menambahkan bahwa dalam arena kompetisi, seorang atlet mengasah kemauan, ketekunan, dan tekad untuk meraih prestasi terbaik.
Secara khusus, Paus menyoroti keunikan cabang olahraga renang yang menurutnya memiliki dimensi spiritual tersendiri. Beliau menjelaskan bahwa air sebagai elemen utama dalam renang menyimpan makna simbolis yang mendalam. "Renang dilakukan dengan berada di dalam sebuah unsur, yaitu air, yang mengelilingi manusia. Secara simbolis, hal ini mengingatkan kita pada suatu aspek yang telah membentuk diri kita sejak berada dalam kandungan ibu: hidup berarti belajar bergerak secara selaras dengan sesama dan dengan lingkungan di sekitar kita," paparnya.
Bagi umat Kristiani, lanjut Paus Leo XIV, air juga merupakan lambang Sakramen Baptis yang menandai kehidupan baru dalam Kristus. Dengan demikian, olahraga renang tidak hanya menyehatkan raga, tetapi juga menjadi sarana refleksi iman yang bermakna.
Pemimpin Vatikan itu juga menyinggung dimensi persatuan yang dibawa oleh ajang olahraga internasional seperti Trofi Sette Colli. Para peserta yang datang dari berbagai penjuru dunia, kata beliau, dipersatukan oleh semangat dan nilai-nilai universal yang melampaui sekat bahasa maupun budaya. "Aspek yang menjadi ciri khas ajang olahraga internasional ini memberikan tanda harapan, sebuah tanda tentang dunia yang kita dambakan. Hal ini berkontribusi pada perjumpaan damai antarbangsa dan memperkuat persaudaraan," tegasnya.
Di penghujung audiensi, Paus Leo XIV mendorong para perenang profesional agar terus menghayati serta menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam olahraga. Beliau mempercayakan mereka kepada perantaraan Santo Pier Giorgio Frassati, santo pelindung yang dikenal dekat dengan dunia olahraga. "Masa kompetisi akan berlalu, tetapi nilai-nilai itu akan tetap tinggal!" pungkas Paus dengan penuh keyakinan.