Pelaku industri pertambangan di Indonesia didorong untuk tidak hanya fokus pada aktivitas pengerukan bijih mineral, melainkan juga harus mulai menguasai teknologi hilirisasi pembuatan baterai. Langkah strategis ini dinilai krusial agar Indonesia dapat membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) secara mandiri tanpa terus-menerus bergantung pada produk impor.
Seruan tersebut ditegaskan oleh pendiri National Battery Research Institute (NBRI), Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, dalam acara Training to Miners (TTM) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) di Jakarta. Menurutnya, anggapan bahwa teknologi pembuatan baterai sangat rumit dan sulit dijangkau adalah persepsi keliru yang perlu segera diubah.
Evvy menjelaskan bahwa lembaga riset yang dipimpinnya telah membuktikan kemudahan transfer teknologi ini melalui berbagai program pelatihan praktis. Selama lima tahun terakhir, NBRI telah melatih lebih dari seribu praktisi dari berbagai korporasi besar seperti PLN, Pertamina, Astra, hingga Toyota, mencakup teori hingga praktik langsung pembuatan kemasan baterai (battery pack) dan konversi motor listrik.
Selain edukasi, NBRI juga aktif memberikan solusi teknis bagi industri skala besar. Evvy mencontohkan keberhasilan timnya dalam melakukan pemodelan komputasi untuk mengatasi gangguan pasokan listrik di pabrik baterai berkapasitas 10 GWh, yang berhasil menyelamatkan industri dari potensi kerugian operasional yang besar.
Di sisi lain, fisikawan terkemuka ini juga menyoroti kekosongan regulasi terkait pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik di tanah air. Ia mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR), yang mewajibkan produsen menarik kembali baterai bekas pakai demi keberlanjutan lingkungan.
Mengakhiri pemaparannya, Evvy optimistis bahwa penguasaan sains dan teknologi adalah kunci utama bagi Indonesia untuk mengelola kekayaan alamnya sendiri secara berdaulat. Kolaborasi erat antar-pemangmak kepentingan diyakini mampu membawa Indonesia menjadi pemain utama dalam industri baterai global.