Rasa lelah yang berkepanjangan sering kali dianggap sebagai dampak dari aktivitas harian yang padat. Padahal, kondisi tubuh tersebut bisa jadi merupakan indikasi awal dari penyakit autoimun yang memerlukan penanganan medis sejak dini secara serius.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Dede Nasrullah, menjelaskan bahwa kelelahan ekstrem yang tidak kunjung membaik setelah beristirahat merupakan salah satu gejala awal yang patut dicurigai. Selain itu, penderita juga kerap merasakan kekakuan dan nyeri pada persendian, terutama saat bangun tidur di pagi hari.

Gejala klinis lain yang patut diwaspadai meliputi munculnya ruam kemerahan menyerupai bentuk kupu-kupu di area wajah, demam yang sering kambuh tanpa sebab jelas, serta kerontokan rambut yang berlebihan. Dede menegaskan bahwa tanda-tanda ini tidak boleh diabaikan apabila terjadi secara berulang dalam jangka waktu lama.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyakit autoimun tidak semata-mata dipicu oleh faktor genetik atau keturunan, melainkan kombinasi dengan faktor lingkungan seperti tingkat stres kronis, infeksi, serta pola hidup yang berantakan. Secara medis, kaum perempuan memiliki risiko hingga empat kali lipat lebih tinggi terkena penyakit ini akibat pengaruh hormon estrogen.

Beberapa jenis penyakit autoimun yang paling umum ditemukan pada masyarakat Indonesia di antaranya adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Rheumatoid Arthritis (RA), psoriasis, gangguan tiroid autoimun, serta Diabetes Melitus Tipe 1.

Hingga kini, belum ada metode medis yang dapat menyembuhkan autoimun secara total. Terapi yang diberikan dokter difokuskan untuk menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh yang berlebihan agar gejalanya terkendali, sehingga pasien tetap dapat produktif dan mempertahankan kualitas hidup yang baik.

Sebagai langkah pencegahan agar penyakit tidak mudah kambuh, penerapan gaya hidup sehat mutlak diperlukan. Pasien disarankan untuk rutin melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang, beristirahat cukup, mengelola stres, serta menjauhi kebiasaan buruk seperti begadang, merokok, dan mengonsumsi makanan olahan tinggi gula.