Yogyakarta tengah digandrungi tren olahraga luar ruang yang kian semarak di berbagai sudut kota. Namun, di balik antusiasme warga untuk menjaga kebugaran jasmani, muncul pula tantangan pengelolaan sampah kemasan yang kerap luput dari perhatian. Merespons kondisi ini, gelaran Alfamidi Family Day Fun Walk 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada Minggu (2/8/2026), mengintegrasikan aktivitas olahraga dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Melalui program ramah lingkungan bertajuk Green Point, para peserta jalan sehat diajak aktif menyetor botol plastik bekas mereka. Aksi pengumpulan sampah ini terselenggara berkat kolaborasi erat dengan Bank Sampah Gemah Ripah Bantul. Para peserta cukup menyerahkan dua botol plastik bekas untuk ikut serta, sekaligus mendapatkan edukasi praktis mengenai tata cara pemilahan sampah yang benar demi mempermudah proses daur ulang.
Branch Manager Alfamidi Boyolali, Heribertus Ari, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis warga sejak dari lini terkecil, yakni individu masing-masing. Ia menegaskan pentingnya kemitraan dengan bank sampah lokal agar limbah yang terkumpul dapat diproses secara berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif langsung bagi ekosistem perkotaan Yogyakarta.
Upaya kolektif tersebut membuahkan hasil nyata dengan terkumpulnya 25,9 kilogram sampah sepanjang acara. Jumlah tersebut terdiri atas 15,6 kilogram sampah plastik serta 10,3 kilogram limbah kardus. Seluruh komoditas sampah yang terkumpul ini kemudian diserahkan sepenuhnya ke Bank Sampah Gemah Ripah Bantul untuk diolah kembali menjadi produk daur ulang yang bernilai guna.
Sebagai daerah tujuan wisata yang kerap menyelenggarakan berbagai agenda massal, Yogyakarta sangat membutuhkan kesadaran kolektif dari masyarakatnya untuk menjaga kebersihan ruang publik. Melalui langkah sederhana seperti memilah dan mengelola sampah sendiri, aktivitas olahraga di ruang terbuka tidak hanya menyehatkan tubuh, melainkan juga menjaga keberlanjutan bumi.