Nusantara Food & Hotel (NFH) Expo 2026 resmi dibuka di Hall 3, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, dan akan berlangsung hingga 12 Juli 2026. Mengusung tema "Tap Into Indonesia’s Finest Delicacies", pameran ini hadir sebagai katalisator ekosistem bisnis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari produsen, distributor, hingga para praktisi profesional di sektor makanan, minuman, dan perhotelan (HoReCa).
Acara ini diresmikan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, didampingi oleh perwakilan kementerian terkait serta para pemimpin asosiasi industri. Dalam sambutannya, Ni Luh Puspa memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini, yang dinilai krusial dalam memperkuat daya saing ekosistem pariwisata Indonesia melalui penguatan kualitas kuliner dan layanan hospitality.
Rafidi Iqra Muhammad, Direktur PT Debindo Global Expo, selaku penyelenggara, mengungkapkan bahwa NFH Expo 2026 adalah manifestasi komitmen untuk memajukan industri nasional. Platform ini dirancang khusus untuk memfasilitasi pertukaran inovasi, adopsi teknologi terbaru, serta memperluas jejaring bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha di Indonesia.
Pameran tahun ini menampilkan ratusan jenama ternama, termasuk GEA GETRA, GASTRO, Barco, Lee Kum Kee, Tofico, dan Sango. Para peserta memamerkan berbagai solusi komprehensif, mulai dari bahan baku berkualitas, peralatan dapur profesional, hingga teknologi operasional terkini yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Selain pameran produk, ajang ini juga dimeriahkan oleh sejumlah program bergengsi. Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) menggelar Indonesia Brewers Championship (IBrC) Regional Barat untuk mencari talenta seduh kopi profesional. Sementara itu, Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) dan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia berkolaborasi dalam Nusantara Culinary Challenge untuk mengangkat standar kompetensi kuliner nasional.
Daya tarik unik lainnya adalah instalasi edukatif "Jalur Rempah" yang disusun bersama Yayasan Negeri Rempah. Instalasi ini mengajak para pengunjung menelusuri jejak sejarah rempah Nusantara yang menjadi fondasi kekayaan kuliner Indonesia. Rangkaian acara selama empat hari ke depan juga mencakup berbagai lokakarya, gelar wicara bisnis, dan demonstrasi memasak yang bertujuan untuk mempertajam wawasan para pelaku industri terhadap tren pasar di masa depan.