Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, kembali menegaskan dominasinya di pasar ponsel lipat global melalui peluncuran varian flagship terbarunya, Samsung Galaxy Z Flip 7. Generasi terbaru ini membawa perubahan signifikan pada aspek desain, ketangguhan material, serta integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam untuk menyasar segmen generasi muda dan kreator konten.
Mengusung berbagai peningkatan fitur, Samsung Galaxy Z Flip 7 dibanderol dengan harga sedikit lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, dengan selisih sekitar Rp500 ribu. Untuk varian RAM 12 GB dengan penyimpanan internal 256 GB, perangkat ini dipasarkan mulai dari Rp17,9 juta. Sementara itu, varian tertinggi dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 512 GB ditawarkan dengan harga Rp19,9 juta.
Dari segi durabilitas, Samsung menyematkan proteksi ganda guna meminimalisasi risiko kerusakan layar dan engsel yang kerap menjadi kendala pada ponsel lipat. Bagian rangka dan engsel kini dilapisi oleh Armor Aluminum, yaitu material standar militer yang ringan, tahan korosi, namun sangat kokoh. Selain itu, panel depan dan belakang ponsel telah dilindungi oleh kaca antigores Gorilla Glass Victus 2 untuk menjaga perangkat tetap aman saat terjatuh di permukaan kasar.
Perubahan paling mencolok terletak pada layar sekunder (cover screen) yang kini meluas hingga memenuhi seluruh permukaan depan saat dilipat. Dengan ukuran yang melonjak drastis menjadi 4,1 inci dan dukungan refresh rate 120 Hz, pengguna kini dapat dengan mudah mengakses berbagai aplikasi, membalas pesan, menjelajahi media sosial, hingga mengambil foto dan video tanpa harus membuka layar utama.
Fungsionalitas ponsel lipat ini kian optimal dengan integrasi penuh ekosistem Galaxy AI. Pengguna dapat memanfaatkan fitur canggih seperti Gemini Live secara langsung dari layar luar, fitur camera sharing untuk panduan visual real-time, hingga widget AI Now Bar dan Now Brief untuk memantau aktivitas aplikasi serta notifikasi penting secara praktis.