Kementerian Kesehatan Vietnam resmi memulai kampanye nasional selama 100 hari untuk memutakhirkan dan mengintegrasikan rekam medis elektronik seluruh warga ke dalam aplikasi VNeID. Langkah strategis ini diawali dengan konferensi nasional yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Madya Dr. Nguyen Tri Thuc, guna menyelaraskan langkah ribuan unit layanan kesehatan di seluruh negeri.
Program yang dijadwalkan berlangsung dari 8 Juli hingga 15 Oktober 2026 ini bertujuan membangun basis data kesehatan pribadi yang terpadu. Melalui sistem ini, pemerintah berharap dapat memantau kondisi kesehatan masyarakat sepanjang siklus hidup mereka, sekaligus meningkatkan efisiensi tata kelola sektor medis berbasis digital.
Rencana aksi tersebut mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan, baik publik maupun swasta, serta BPJS Vietnam (Vietnam Social Insurance) untuk menghubungkan data pemeriksaan dan pengobatan mereka ke Portal Data Kesehatan nasional. Data yang dikirimkan harus memenuhi standar akurasi tinggi, bebas duplikasi, telah terverifikasi dengan Data Kependudukan Nasional, dan diamankan dengan tanda tangan digital.
Di tingkat daerah, pemerintah provinsi hingga tingkat desa diinstruksikan untuk segera menyiapkan infrastruktur teknis dan sumber daya manusia tanpa harus menunggu kesiapan sistem secara keseluruhan. Dinas Kesehatan setempat juga diminta menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis guna mempercepat pengumpulan data medis masyarakat.
Guna menjamin kelancaran program, setiap unit diwajibkan memberikan laporan perkembangan secara mingguan kepada otoritas terkait. Selain berfokus pada kecepatan integrasi, kementerian juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan keamanan siber yang ketat sepanjang proses digitalisasi ini berlangsung.