Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) menjadi momentum krusial bagi Kabupaten Serang untuk membenahi iklim keolahragaan daerah. Kendati menyimpan potensi besar atlet muda yang sanggup bersaing di kancah nasional maupun internasional, proses pembinaan di wilayah ini dinilai masih memerlukan komitmen jangka panjang yang lebih terstruktur dan berkesinambungan.
Sorotan tersebut salah satunya datang dari atlet gulat asal Kabupaten Serang yang juga mahasiswa Ilmu Keolahragaan UNJ, M. Avichena El-Lutfi. Ia menggarisbawahi bahwa perhatian pemerintah daerah sejauh ini kerap baru terlihat ketika atlet berhasil menyumbang medali. Padahal, raihan prestasi merupakan buah dari proses panjang yang menguras keringat, waktu, dan biaya yang kerap tak terlihat oleh publik.
Pembinaan atlet tidak bisa lagi bersifat pragmatis atau sekadar berorientasi pada pemenangan ajang tertentu secara spontan. Kabupaten Serang dinilai membutuhkan peta jalan (roadmap) yang komprehensif, mencakup pemusatan latihan yang terencana, pendampingan pelatih berkualitas, pemenuhan gizi, ketersediaan sarana yang layak, hingga jaminan kelanjutan pendidikan dan masa depan para atlet.
Guna mencegah berpindahnya bibit-bibit unggul ke daerah lain akibat minimnya fasilitas, sinergi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak. Institusi pendidikan, klub olahraga, pengurus cabang olahraga, KONI, hingga Pemerintah Kabupaten Serang harus berkolaborasi merancang sistem pemetaan bakat sejak usia dini di seluruh kecamatan secara adil dan merata.
Evaluasi menyeluruh pada momentum Haornas ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan atlet dan pelatih. Sebab pada hakikatnya, membangun dunia olahraga bukan sekadar mendirikan infrastruktur atau menggelar turnamen, melainkan investasi mendalam pada pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia generasi muda.