Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Kesehatan mulai mematangkan strategi pembangunan sektor kesehatan untuk tahun 2027. Langkah taktis ini diawali dengan mengevaluasi hasil pendampingan tahap pertama Performance Improvement Plan (PIP) DAU-SG Bidang Kesehatan melalui rapat koordinasi dan lokakarya lintas sektor.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana, menjelaskan bahwa evaluasi ini sangat krusial untuk memetakan kembali kebutuhan riil di lapangan serta mengidentifikasi aspek-aspek pelayanan yang memerlukan perbaikan. Ia menegaskan bahwa kajian ini tidak boleh sekadar menjadi dokumen formalitas, melainkan harus diterjemahkan menjadi program kerja konkret yang terukur.
Kegiatan strategis yang berlangsung di Pulang Pisau ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadi Karta. Agenda tersebut turut dihadiri oleh Tenaga Ahli DAU-SG Wilayah II Ratih Hafsari Purwindah, perwakilan Bank Dunia (World Bank) Zaki Fahmi, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta seluruh kepala puskesmas setempat.
Menurut Ellyana, keberhasilan pembangunan sektor kesehatan memerlukan sinergi kolektif. Masalah kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan secara sepihak oleh Dinas Kesehatan karena sangat dipengaruhi oleh faktor penunjang lain seperti kualitas lingkungan, tingkat pendidikan, kondisi sosial, hingga ketersediaan infrastruktur pendukung.
Melalui forum koordinasi ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menyelaraskan program kerja agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Perencanaan berbasis data riil dari masing-masing wilayah pelayanan akan menjadi acuan utama dalam menetapkan skala prioritas pembangunan kesehatan 2027 demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih prima.