SURABAYA – Memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mengintegrasikan aktivitas olahraga ke dalam pola hidup sehari-hari. Menurutnya, menjaga kebugaran fisik hendaknya tidak dipandang sebagai kegiatan insidental semata, melainkan sebuah kebutuhan dasar dan budaya yang berkelanjutan.
Mengusung tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar", Khofifah menekankan bahwa kebiasaan hidup aktif merupakan pondasi krusial dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur yang unggul, produktif, serta berkarakter. Ia mendorong pembudayaan olahraga ini dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga, sekolah, lingkungan kerja, hingga komunitas warga.
Mantan Menteri Sosial tersebut menjelaskan bahwa olahraga tidak selalu menuntut fasilitas mewah maupun latihan fisik yang berat. Kegiatan sederhana namun teratur—seperti jalan kaki, bersepeda, senam, hingga permainan tradisional—sudah sangat memadai untuk menjaga kesehatan jika dilakukan secara konsisten.
Di samping memasyarakatkan olahraga, Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara olahraga rekreasi dan pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, pencapaian atlet berprestasi memerlukan ekosistem yang matang, mencakup pemanduan bakat sejak dini, kompetisi berjenjang, penerapan sport science, hingga jaminan kesejahteraan serta gizi para atlet.
Lebih jauh, Gubernur Jatim menggarisbawahi dampak positif berganda (multiplier effect) dari geliat keolahragaan. Selain mempererat tali silaturahmi warga, berbagai ajang olahraga terbukti mampu membangkitkan sektor ekonomi kreatif, UMKM, hingga pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) di Jawa Timur. Pemprov Jatim pun berkomitmen untuk terus menyediakan ruang publik yang ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.