Kepolisian Resor Musi Banyuasin (Polres Muba), Sumatera Selatan, mengambil langkah progresif dengan membekali 25 personelnya keahlian di bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi informasi. Langkah ini diambil guna meningkatkan efisiensi tugas kepolisian serta kualitas pelayanan publik di era digital.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menjelaskan bahwa penguasaan teknologi digital mutakhir kini menjadi instrumen krusial yang harus beriringan dengan integritas kepolisian. Menurutnya, transformasi digital di lingkungan Polda Sumsel dirancang untuk menciptakan pelayanan masyarakat yang lebih transparan, akuntabel, dan cepat.
Pelatihan yang digelar di Markas Komando Polres Muba ini diikuti oleh perwakilan dari delapan fungsi utama kepolisian, mulai dari satuan lalu lintas, reserse kriminal, hingga intelijen keamanan. Kegiatan ini dipimpin oleh Tony Saputra, peserta Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Angkatan LXVII.
Kebutuhan akan kecakapan digital ini dipicu oleh perubahan pola kriminalitas yang kini banyak bergeser ke ruang siber, termasuk maraknya manipulasi informasi dan berita bohong. Selain penguasaan teknologi, pelatihan ini juga menekankan penerapan lima nilai pelayanan publik Presisi, yaitu cepat, mudah, transparan, humanis, dan akuntabel (CMTHA).