Pemerintah Arab Saudi terus mempercepat digitalisasi dan modernisasi penyelenggaraan ibadah haji. Melalui Program Inovasi dan Kewirausahaan yang diinisiasi oleh Kementerian Haji dan Umrah, berbagai teknologi mutakhir mulai diuji coba secara langsung di lapangan guna mendongkrak kualitas pelayanan bagi para jemaah dari seluruh dunia.
Inisiatif strategis ini dirancang untuk menyelaraskan ide-ide kreatif dari para pelaku industri kreatif, wirausahawan, dan perusahaan rintisan (startup) dengan kebutuhan operasional di tanah suci. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung visi besar negara tersebut, yakni Saudi Vision 2030 dan Pilgrim Experience Program, yang berfokus pada peningkatan kenyamanan jemaah selama beribadah.
Pada musim haji 1447 Hijriah, sejumlah teknologi canggih telah diuji coba secara langsung dalam ekosistem operasional. Inovasi yang diuji meliputi unit bergerak (mobile units), kereta golf pintar (smart golf cart), kabin pintar, hingga kursi roda pintar (smart chair). Selain perangkat fisik, otoritas terkait juga menguji solusi digital seperti platform Amanatak dan aplikasi My Journey Stories untuk mempermudah mobilitas dan pelayanan mandiri jemaah.
Keberhasilan program ini tecermin dari tingginya antusiasme komunitas inovator global. Hingga kini, lebih dari 761 ribu inovator dan pengusaha telah merasakan manfaat dari program ini. Selain itu, tercatat ada 145 kesepakatan kerja sama yang terjalin, serta 522 evaluasi lapangan yang telah diselesaikan. Pada musim haji terakhir saja, sebanyak 84 startup turut berpartisipasi aktif dalam menguji solusi bisnis mereka.
Melalui dua jalur utama, yaitu Pengembangan & Inovasi serta Startup, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dan investasi. Langkah ini diharapkan mampu mengubah ide-ide mentah menjadi solusi nyata yang tidak hanya mempermudah prosesi ibadah, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual yang lebih berkesan bagi para tamu Allah.