Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyoroti masih lemahnya budaya berolahraga di tengah masyarakat Indonesia, terutama pada kelompok Generasi Z yang menjadi salah satu populasi terbesar dalam struktur demografi nasional.

Erick menyebut jumlah Gen Z di Indonesia diperkirakan mencapai 66 juta jiwa atau sekitar 22 persen dari total penduduk. Namun, tingkat partisipasi olahraga masyarakat secara umum baru berada di kisaran 26,3 persen.

“Kemarin saya lihat demografinya, 22 persen Gen Z itu 66 juta. Partisipasi berolahraga hanya 26,3 persen. Padahal dengan memasyarakatkan olahraga ini konteksnya juga menjaga kesehatan, menekan biaya kesehatan,” kata Erick saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pekan Olahraga Polri dan Kapolri Cup di Polda Metro Jaya, Minggu (28/6/2026).

Menurut Erick, rendahnya angka partisipasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan besar dalam membangun kebiasaan hidup aktif. Ia menilai olahraga tidak semata berkaitan dengan prestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Erick membandingkan kondisi Indonesia dengan Jepang. Meski Jepang dikenal memiliki komposisi penduduk yang semakin menua, tingkat keterlibatan warganya dalam aktivitas olahraga disebut telah mencapai 72,9 persen.

“Kita sangat tertinggal. Jepang yang demografinya makin tua, partisipasi masyarakat berolahraga itu sudah mencapai 72,9 persen,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Erick turut mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Polri. Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang kompetisi di lingkungan kepolisian, tetapi juga dapat memperluas kampanye olahraga kepada masyarakat.

Ia berharap semakin banyak institusi, komunitas, dan organisasi yang menggelar kegiatan olahraga secara rutin. Dengan begitu, peluang untuk meningkatkan kebugaran publik sekaligus menanamkan budaya hidup sehat dinilai akan semakin besar.

“Saya mendapat laporan bahwa Pekan Olahraga Polri ini juga memasyarakatkan olahraga,” kata Erick.