Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung guna mempercepat implementasi teknologi modern dalam sistem pengelolaan sampah kota. Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan intensif antara Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, dan Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit P. Santosa.

Kerja sama ini menempatkan Kota Bandung sebagai wilayah percontohan untuk menguji terobosan teknologi pengolahan sampah terbaru. Melalui tim kajian khusus, Kemdiktisaintek tengah merumuskan formula teknologi yang paling adaptif dengan karakteristik sampah serta kondisi geografis dan sosial di Kota Kembang tersebut.

Salah satu fokus utama yang dikaji adalah optimalisasi fasilitas pemilahan sejak dari hulu dan konversi sampah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF) atau bahan bakar alternatif. Pendekatan ini diharapkan mampu meminimalkan volume sampah sebelum akhirnya didistribusikan ke tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan komitmen penuh jajarannya dalam menyukseskan program ini. Namun, ia mengingatkan agar pemilihan lokasi fasilitas pengolahan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar serta tidak mengganggu aktivitas sosial ekonomi masyarakat setempat yang sudah berjalan.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Mendiktisaintek Brian Yuliarto berharap hilirisasi riset dan inovasi sains tidak hanya berhenti di laboratorium, melainkan mampu menjawab persoalan riil perkotaan secara konkret demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.