Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan konsep sportainment yang mengolaborasikan olahraga dan hiburan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (23/8). Ajang ini menampilkan berbagai kompetisi menarik, mulai dari tinju amatir, jemparingan (panahan tradisional), hingga cabang olahraga elektronik atau e-sport.
Erick menekankan bahwa pendekatan baru ini tidak hanya menciptakan ruang kreativitas bagi generasi muda, tetapi juga menjadi pemantik roda perekonomian lokal. Namun, keberhasilan konsep ini menuntut sinergi kuat dari berbagai pihak. Ia mengimbau pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta organisasi olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) untuk saling berkolaborasi.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah paradigma lama mengenai olahraga. Menurutnya, selama ini olahraga kerap dianggap sebagai sektor yang hanya menghabiskan anggaran. Padahal, jika dikelola dengan baik, olahraga merupakan investasi ekonomi menjanjikan yang mampu menghasilkan perputaran uang melalui penjualan tiket, konsumsi publik, hingga kontribusi pajak.
Selain bernilai ekonomi, sektor ini juga menjadi investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat. Mengingat Indonesia memiliki sekitar 125 juta penduduk berusia di bawah 30 tahun, pembiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik menjadi langkah preventif yang krusial guna menekan beban biaya perawatan medis saat mereka memasuki usia lanjut nanti.
Aspek terakhir yang tidak kalah penting adalah pembentukan kebanggaan nasional. Prestasi yang ditorehkan para atlet di kancah internasional saat mengibarkan bendera Merah Putih merupakan bukti nyata bahwa investasi di bidang olahraga mampu menegaskan identitas serta martabat bangsa di mata dunia.