Olahraga petualangan ekstrem canyoneering kini tengah menjadi tren baru yang diminati oleh para pencinta alam dan wisatawan di Kalimantan Barat. Aktivitas luar ruangan yang memadukan teknik panjat tebing, meluncur, serta menuruni air terjun (rappelling) menggunakan tali ini menawarkan sensasi menegangkan sekaligus menguji ketahanan fisik dan mental para pelakunya.

Salah satu destinasi utama yang kini menjadi pusat perhatian adalah Air Terjun Riam Merasap yang terletak di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. Tebing-tebing batu alami yang curam serta derasnya aliran air di kawasan ini menyajikan tantangan sempurna bagi para peminat olahraga pemacu adrenalin tersebut.

Minat yang tinggi dirasakan langsung oleh para pengunjung, salah satunya Anggun Imelia Sari asal Kota Pontianak. Ia mengungkapkan antusiasmenya setelah mencoba menaklukkan dinding tebing Riam Merasap yang menantang dan menyatakan ketertarikannya untuk kembali menjajal petualangan menyatu dengan alam tersebut.

Pengelola aktivitas canyoneering di Riam Merasap, Abdul Azis, mengonfirmasi lonjakan kunjungan ini. Menurutnya, dalam sebulan destinasi ini mampu menarik ratusan peminat. Menariknya, daya tarik wisata pemacu adrenalin ini tidak hanya memikat wisatawan domestik dari berbagai penjuru tanah air, melainkan juga menarik minat wisatawan asing dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Mengingat olahraga ini memiliki risiko yang cukup tinggi, pihak pengelola menerapkan standar keamanan yang sangat ketat. Sebanyak 15 pemandu profesional disiagakan untuk mendampingi setiap sesi, lengkap dengan peralatan pelindung diri berstandar keselamatan mulai dari tali pengaman khusus, helm pelindung kepala, hingga pelindung tubuh guna memastikan keselamatan para peserta.