Sektor kuliner kini telah bertransformasi, tidak lagi sekadar pemenuhan kebutuhan pokok, melainkan telah menjadi elemen penting dalam gaya hidup modern. Fenomena ini tercermin dari keberhasilan Nurhayati, sosok pengusaha asal Samarinda di balik merek NH Toulis, yang membuktikan bahwa bisnis skala rumahan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi yang menjanjikan.

Perjalanan Nurhayati merintis usaha dimulai sejak tahun 2011. Awalnya, ia hanya menyalurkan kegemarannya membuat kue kering untuk konsumsi pribadi. Namun, berkat dorongan dan apresiasi dari lingkungan pertemanan yang positif, ia memberanikan diri membawa hobi tersebut ke ranah komersial. Dukungan dari lingkaran terdekat menjadi modal awal Nurhayati dalam memasarkan produknya melalui strategi pemasaran dari mulut ke mulut.

Menyadari keterbatasan pasar kue kering yang bersifat musiman, Nurhayati melakukan diversifikasi produk secara kreatif. Ia mulai merambah produksi kue basah untuk dititipkan di warung lokal, serta berkolaborasi dengan keluarganya untuk menghadirkan varian produk kekinian seperti pempek dan dimsum keju guna menyasar segmen pasar anak muda yang lebih luas.

Memasuki tahun ke-15 perjalanan bisnisnya, Nurhayati menekankan bahwa adaptasi terhadap teknologi digital adalah kunci krusial bagi pelaku UMKM untuk tetap relevan. Ia secara aktif memanfaatkan platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, hingga fitur status WhatsApp, untuk menjangkau pelanggan di luar lingkaran kerabatnya.

Kepada para pelaku usaha pemula, Nurhayati membagikan resep keberhasilannya yang berfokus pada tiga aspek utama: konsistensi, kepercayaan diri terhadap kualitas produk, dan dukungan keluarga. Ia menegaskan bahwa semangat yang teguh merupakan fondasi utama bagi setiap perintis usaha untuk dapat bertahan dan berkembang di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner saat ini.